Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Berjalan

  • Whatsapp

Walking meditation, atau yang dikenal sebagai meditasi sambil berjalan, adalah teknik meditasi yang semakin populer di kalangan Eigerian dan pencinta meditasi. Berbeda dengan meditasi tradisional yang dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring, walking meditation dilakukan sambil berjalan. Teknik ini sangat disukai karena tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat dilakukan di mana saja.

Mindfulness dalam Walking Meditation

Mengutip WebMD, walking meditation adalah salah satu bentuk praktik mindfulness. Mindfulness adalah kondisi di mana seseorang menjadi lebih sadar dan fokus sepenuhnya pada saat ini. Saat bermeditasi, Anda menjadi sadar akan pengalaman sekecil apa pun, sensasi fisik, dan emosi tanpa memberikan penilaian atau penilaian negatif terhadap mereka.

Dalam walking meditation, fokus utama adalah pada tubuh, pernapasan, dan lingkungan sekitar. Ini mirip dengan meditasi duduk, tetapi dilakukan sambil bergerak dan dengan mata terbuka.

Manfaat Melakukan Walking Meditation

Walking meditation memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari praktik meditasi sambil berjalan:

1. Memperlancar Peredaran Darah

Salah satu manfaat yang dapat Anda peroleh dari walking meditation adalah kemampuannya untuk membantu memperlancar peredaran darah. Ini sangat bermanfaat jika Anda sering duduk terlalu lama, misalnya di depan komputer di tempat kerja. Praktik ini membantu mengalirkan darah ke ekstremitas tubuh, terutama kaki.

Dengan peredaran darah yang lebih lancar, Anda akan merasa lebih segar dan bugar. Jalan dengan kesadaran penuh juga membantu meningkatkan energi saat Anda merasa lelah atau lesu akibat duduk terlalu lama. Hal ini dapat berdampak positif pada produktivitas Anda dan kesehatan secara keseluruhan.

2. Mengurangi Rasa Cemas

Selain memperlancar aliran darah, walking meditation juga terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Health Promotion menunjukkan bahwa berjalan dengan meditasi lebih efektif dalam mengurangi gejala kecemasan dibandingkan dengan sekadar berjalan biasa.

Dengan melakukan sesi meditasi sambil berjalan selama hanya 10 menit, Anda dapat merasakan peningkatan kesehatan mental dan perasaan yang lebih tenang.

3. Meningkatkan Kadar dan Sirkulasi Gula Darah

Ternyata, walking meditation dapat memiliki dampak positif pada kadar gula darah dan sirkulasi darah. Ini adalah berita baik terutama bagi individu yang menghadapi masalah dengan gula darah mereka, seperti penderita diabetes.

Sebuah penelitian terbatas yang diterbitkan di jurnal Complementary Therapies in Medicine menunjukkan bahwa walking meditation memiliki dampak positif pada kadar gula darah. Dengan melaksanakan praktik ini secara teratur, Anda dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah Anda.

4. Meningkatkan Kreativitas

Seringkali, pikiran kita menjadi mandek dan kreativitas kita terbatas. Namun, walking meditation dapat membantu mengatasi masalah ini. Teknik ini merupakan salah satu cara melatih fokus dan konsentrasi, yang pada gilirannya merangsang kreativitas.

Praktik meditasi sambil berjalan membantu Anda memusatkan perhatian pada pengalaman saat ini, sehingga pikiran Anda menjadi lebih jernih dan fokus. Ini dapat membantu Anda menemukan solusi kreatif untuk masalah atau ide-ide segar dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Melakukan Walking Meditation

Walking meditation adalah praktik yang relatif sederhana. Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk melakukannya:

  1. Pilih Tempat yang Tenang: Cari tempat yang tenang dan minim gangguan. Anda dapat melakukannya di taman, hutan, atau bahkan di dalam ruangan jika diperlukan.
  2. Postur Tubuh: Berjalan dengan perlahan dan tenang. Pertahankan postur tubuh yang tegak, kepala sedikit condong ke depan. Letakkan tangan Anda dalam posisi yang nyaman, misalnya di belakang punggung atau di depan Anda.
  3. Kesadaran Penuh: Fokuskan perhatian Anda pada setiap langkah yang Anda ambil. Rasakan kontak kaki Anda dengan permukaan tanah, perasaan otot-otot yang berkontraksi, dan hembusan udara saat Anda bernapas.
  4. Bernapas dengan Sadar: Perhatikan napas Anda. Bernapaslah dengan perlahan dan dalam. Perasaan bernapas yang dalam dan sadar akan membantu Anda tetap fokus.
  5. Perhatikan Lingkungan: Selain tubuh dan pernapasan, perhatikan juga lingkungan sekitar Anda. Dengarkan suara alam atau kota, rasakan angin atau matahari, dan nikmati sensasi lingkungan di sekitar Anda.
  6. Berjalan Mundur: Setelah mencapai ujung perjalanan, berjalan mundur dengan kesadaran penuh. Teruskan praktik ini selama beberapa menit atau sesuai dengan yang Anda inginkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *