Provokasi di Laut China Selatan: Protes China terhadap Latihan Militer AS-Filipina

  • Whatsapp

Pemerintah China mengeluarkan protes terkait latihan militer bersama Amerika Serikat dan Filipina di Laut China Selatan, menyebut aktivitas tersebut sebagai provokasi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menegaskan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat dan Filipina di wilayah tersebut dianggap sebagai tindakan provokatif yang tidak membantu dalam mengelola situasi laut dan menangani sengketa maritim. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis.

China Mengecam Latihan Militer AS-Filipina

Sebelumnya, Komando Palagan Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengumumkan pengerahan armada angkatan laut dan udara China selama dua hari pada Rabu dan Kamis. Hal ini terjadi bersamaan dengan latihan militer kapal perang Amerika Serikat yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson bersama Angkatan Laut Filipina.

Tuntutan China untuk Menghentikan Tindakan Tidak Bertanggung Jawab

Wang Wenbin menyerukan negara-negara terkait untuk menghentikan tindakan tidak bertanggung jawab dan menghormati upaya negara-negara di kawasan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Perubahan Pendekatan Filipina dan Kolaborasi Militer

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menegaskan bahwa Manila perlu mengubah pendekatannya terhadap klaim tumpang tindih di Laut China Selatan. Menolak pendekatan “konsultatif” terhadap China yang diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya, Marcos berencana untuk meningkatkan kerjasama militer dengan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Jepang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *