Review Film Komedi: “La Luna” – Satir Menghibur dengan Sentuhan Kritis

  • Whatsapp

Film La Luna berhasil menciptakan pengalaman menonton yang mengocok perut sejak awal cerita. Tidak hanya sekadar komedi, film ini juga mampu menyentuh isu-isu sosial dengan sentuhan satir yang begitu dekat dengan realitas kita.

Keseruan di Kampung Bras Basah

Kata “brutal” dapat dengan tepat menggambarkan kesan saat menonton La Luna. Film ini tidak melibatkan adegan horor atau kekerasan yang berlebihan, namun komedinya yang penuh satir mampu menyentuh berbagai isu sosial secara tajam dan berani.

Tantangan Nilai Agama dan Otoritarianisme Desa

Kisah dimulai di Kampong Bras Basah, sebuah desa yang terisolasi dari perkembangan zaman. M. Raihan Halim, penulis dan sutradara, dengan cemerlang menunjukkan ketegangan di desa tersebut, di mana nilai-nilai agama diterapkan secara kaku dan otoritarianisme kepala desa membatasi kehidupan warganya.

Konflik dan Gelak Tawa di Antara Generasi

Konflik antara otoritarianisme dan perubahan muncul ketika karakter Hanie, dimainkan oleh Sharifah Amani, berhadapan dengan toko pakaian dalam La Luna. Di tengah dramatisasi politik desa, film ini menghadirkan cerita yang sarat tawa.

Kritik Sosial Lewat Gelak Tawa

M. Raihan berhasil menyajikan komedi dengan cerdas, memanfaatkan potensi berbagai aspek kehidupan desa. Dari pertentangan antargenerasi hingga aktivitas sehari-hari, La Luna menyuguhkan tawa dengan sentuhan kritis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *